Langkat, Lintaskini.id | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Inovasi Ramah Lingkungan, Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi” kepada kelompok ibu-ibu perwiritan di Desa Tanjung Putus, dusun Karang Sari Kecamatan Padang tualang, kabupaten Langkat.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, sebagai bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan ekologis.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan alternatif pemanfaatan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang selama ini kurang dikelola secara optimal.
Adapun tujuan utama dari kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah domestik, memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah serta mendorong terciptanya peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan di tingkat rumah tangga.
Minyak jelantah yang umumnya dianggap sebagai limbah berbahaya bagi lingkungan, diolah menjadi produk bernilai guna tinggi melalui proses sederhana dan aman.
Lilin aromaterapi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk usaha mikro.
Sedangkan Metodologi dan proses pelatihan ini, untuk sesi pelatihan dimulai dengan pemaparan materi mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan jika dibuang sembarangan.
Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan lilin aromaterapi seperti memasak minyak jelantah menggunakan arang, penyaringan minyak jelantah, pencampuran minyak dengan bleaching earth kemudian di diamkan selama satu malam lalu disaring kembali.
Selanjutnya, pencampuran palm wax, pencampuran dengan bahan pewangi (seperti minyak esensial oil) serta pencetakan lilin menggunakan wadah.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan beberapa di antaranya berhasil membuat lilin secara mandiri dengan variasi aroma sesuai preferensi.
Ibu Siti Rahmah salah satu peserta perwiritan, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. “Kami jadi tahu bahwa minyak bekas bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bahkan bisa dijual. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan inovasi lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Diharapkan pula, keterampilan ini dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari program ekonomi kreatif desa.
Komentar