Pasca Kebakaran, Pj. Walikota Langsa Serahkan Bantuan Masa Panik

Langsa, Lintaskini.id | Pj.Walikota Langsa, Syaridin, S.Pd M.Pd didampingi Kasdim 0104/Aceh Timur Mayor Inf Hanafi, Kepala Dinas Sosial Armia SP dan unsur terkait lainya menyerahkan bantuan masa panik kepada keluarga korban musibah Kebakaran di rumah Dinas Asrama Gajah II Kodim 0104/Atim Di Jln Panglima Polem Dsn ASGA Gp.Jawa Kec. Langsa Kota, Kamis (03/04/2025)

Syaridin pada kesempatan itu menyampaikan rasa dukacita kepada keluarga musibah sekaligus menyerahkan bantuan masa panik sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Langsa kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

“Bantuan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban para korban dan berharap mudah-mudahan korban diberikan ketabahan dan kesabaran dari Allah SWT,” katanya.

Pj. Walikota juga berterima kasih kepada Petugas BPBD, Personil TNI/Polri serta masyarakat yang membantu dengan cepat menangani kebakaran sehingga api tidak meluas dan menelan korban rumah masyarakat lebih banyak lagi.

Sementara jumlah rumah Asrama yang terbakar berjumlah 18 unit sedangkan yang berpenghuni hanya 14 unit yang terdiri dari Serda Mukhlis Cuti Gel 1 dan 2 (TMMD) Koramil 22/Lgsb, Serda Rudi Koramil 05/Idr, Serma Saiful cuti Gel 2 Koramil 23/Lgst, Serka Gus Mulyadi Koramil 08/Spu, Kopka Agus Warsono Koramil 22/Lgsb, Koptu Harianto Cuti Gel 2 Pok Tuud.

Selanjutnya, Sertu Syahrianto cuti Gel 2 Koramil 24/Dri, Koptu Aprizal Koramil 13/Plkt, Koptu Rudiansyah 11/Brb, Serda Asriantoni cuti Gel 2 Koramil 15/Plkb, Serda Nurdin cuti Gel 2 Koramil 16/Pdw, Koptu Nopianto cuti Gel 2 Koramil 11/Brb, Sertu Agus Gunawan cuti Gel 2 Koramil 16/Idr, Serda Arifin Koramil 08/Spu serta rumah dinas yang tidak berpenghuni sebanyak 4 (empat) unit.

Dimana kronolgis kejadian berdasarkan identitas saksi Kopka Agus Warsono Koramil 22/Lgs menjelaskan sekira pukul 05.30 WIB pada saat akan melaksanakan Sholat Subuh ada mendengar suara seperti percikan yang diduga berasal dari konsleting listrik disebelah rumah milik Koptu Harianto namun dianggap yang bersangkutan sedang paking/berkemas berangkat cuti.

Kemudian suara percikan yang diduga berasal dari konsleting listrik semakin kencang sehingga yang bersangkutan keluar rumah untuk mengecek namun sebelum sempat keluar di ruang tamu miliknya telah mengeluarkan asap dan muncul percikan api dari dinding.

Melihat kejadian tersebut, yang bersangkutan langsung keluar rumah dan memanggil penghuni asrama mengatakan ada kebakaran untuk segera menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang berharga.

Komentar